Majalengka
Beranda » Berita » Transformasi Harapan: Relokasi Korban Pergerakan Tanah Majalengka Jadi Kampung Wisata Tahan Gempa

Transformasi Harapan: Relokasi Korban Pergerakan Tanah Majalengka Jadi Kampung Wisata Tahan Gempa

Majalengka — Bekas retakan tanah di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, kini menjadi titik awal harapan baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan relokasi korban pergerakan tanah Majalengka ke kawasan aman yang sekaligus dirancang sebagai kampung wisata berkonsep hunian kayu tahan gempa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi terdampak, didampingi Bupati Majalengka H. Eman Suherman serta jajaran Forkopimda. Dalam dialog bersama warga, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya aman secara geologis, tetapi juga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

🏡 Hunian Aman dan Tahan Guncangan

Setiap keluarga terdampak menerima bantuan tunai Rp10 juta. Selain itu, pemerintah membangun rumah kayu panggung yang dirancang ringan, fleksibel, dan lebih tahan terhadap guncangan tanah.

Desain hunian mengusung konsep tradisional-modern. Material kayu dipilih karena memiliki elastisitas tinggi, mampu meredam getaran, sekaligus menciptakan suasana hunian yang hangat dan alami.

Pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan rumah serta infrastruktur pendukung. Untuk mempercepat realisasi, program Karya Bakti TNI turut dilibatkan dengan memberdayakan tenaga kerja lokal.

Pengamanan Imlek 2026: Ratusan Polisi Siaga Jaga Wisata dan Tempat Ibadah di Majalengka

🌱 Dari Bencana Menuju Peluang Wisata

Relokasi ini dirancang bukan sekadar pemindahan tempat tinggal. Pemerintah mengembangkan kawasan baru sebagai kampung wisata berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Penataan kawasan menitikberatkan pada:

Konsep ini membuka peluang ekonomi baru melalui sektor wisata, homestay, kuliner lokal, serta produk kreatif masyarakat.

📍 Zona Relokasi Dipastikan Aman

Bupati Majalengka memastikan lokasi relokasi berada di zona aman dari pergerakan tanah. Kawasan tersebut tetap dekat dengan Desa Sukadana agar warga tidak kehilangan ikatan sosial dan komunitas.

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak keluarga korban merasa lebih tenang karena memperoleh kepastian hunian sekaligus peluang masa depan yang lebih baik.

Kesimpulan

Hujan Lebat di Majalengka Picu 14 Titik Bencana dalam 5 Jam, Warga Diminta Siaga

Transformasi kawasan relokasi di Majalengka menunjukkan pendekatan baru dalam penanganan bencana. Pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial.

Hunian tahan gempa, lingkungan tertata, serta konsep wisata menjadi kombinasi strategis untuk mengubah tragedi menjadi potensi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *