MAJALENGKA – Di tengah derasnya arus dinamika nasional, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Majalengka menyampaikan sikap tegas terkait posisi kelembagaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Organisasi mahasiswa ini menegaskan bahwa Polri harus tetap berada di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia.
Ketua PC PMII Majalengka, Muflih Nastain, menyampaikan pandangan tersebut sebagai respons atas isu strategis yang menyangkut sistem komando Polri. Ia menilai, posisi Polri bukan sekadar persoalan teknis kelembagaan, tetapi menyentuh aspek fundamental dalam menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara.
“Bagi kami, ini bukan urusan administratif semata. Ini berkaitan langsung dengan stabilitas nasional dan masa depan bangsa,” ujar Muflih, Sabtu (21/1/2026).
Menurutnya, garis komando yang jelas di bawah Presiden akan memperkuat kinerja Polri dalam menjalankan tugas pengamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan struktur komando yang tegas, Polri dinilai mampu bergerak lebih cepat, profesional, dan solutif dalam merespons berbagai persoalan publik.
PC PMII Majalengka juga menyoroti pentingnya kepemimpinan nasional yang kuat agar Polri dapat menjalankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) secara optimal. Kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, kata Muflih, sangat bergantung pada sistem komando yang solid dan tidak multitafsir.
Ia menambahkan, Polri yang berada langsung di bawah kendali Presiden akan lebih mudah menjaga keseimbangan antara kekuatan institusi dan kepentingan rakyat. Kondisi tersebut menjadi krusial di tengah tantangan sosial, politik, dan keamanan yang terus berkembang secara dinamis.
Menutup pernyataannya, PC PMII Majalengka mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, sinergi semua pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan bermartabat.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia demi Indonesia yang lebih baik ke depan,” pungkas Muflih.


Komentar