DPRD Majalengka
Beranda » Berita » Paripurna DPRD Majalengka Memanas, Fraksi PDI Perjuangan Walk Out Tuntut Kejelasan Dana Cadangan Rp173,4 Miliar

Paripurna DPRD Majalengka Memanas, Fraksi PDI Perjuangan Walk Out Tuntut Kejelasan Dana Cadangan Rp173,4 Miliar

MAJALENGKA — Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Selasa (16/12/2025), berlangsung tegang. Seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan memilih walk out (WO) dari ruang sidang sebagai bentuk protes terhadap pembahasan pencabutan Dana Cadangan Investasi Daerah sebesar Rp173,4 miliar yang dinilai belum transparan.

Aksi walk out tersebut terjadi saat rapat paripurna membahas persetujuan bersama sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), salah satunya Raperda pencabutan Perda Dana Cadangan Investasi.

Soroti Transparansi dan Kejelasan Penggunaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan menilai pembahasan dana cadangan tersebut belum disertai penjelasan rinci dan komprehensif, khususnya terkait arah penggunaan anggaran setelah pencabutan perda dilakukan. Mereka menilai pembahasan di tingkat Panitia Khusus (Pansus) belum memberikan kejelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sebagai bentuk sikap politik, seluruh 14 anggota Fraksi PDI Perjuangan meninggalkan ruang sidang sebelum agenda paripurna selesai.

Tragis di Majalengka, Lansia Viral Diduga Korban Begal Ternyata Tewas Akibat Tabrak Lari

Paripurna Tetap Berjalan

Meski satu fraksi melakukan walk out, rapat paripurna tetap dilanjutkan karena jumlah anggota DPRD yang hadir masih memenuhi kuorum. DPRD Majalengka akhirnya menyetujui tiga Raperda, yakni:

  1. Raperda pencabutan Perda Dana Cadangan Investasi Daerah
  2. Raperda perubahan nomenklatur badan hukum BPR Majalengka
  3. Raperda penetapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka

Dinamika Politik Dinilai Wajar

Menanggapi situasi tersebut, pihak pemerintah daerah menyebut perbedaan pandangan dalam rapat paripurna merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan kebijakan tetap diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Majalengka.

Sementara itu, anggota Pansus dari fraksi lain menyatakan pencabutan dana cadangan telah melalui pembahasan dan mendapatkan persetujuan mayoritas anggota pansus.

Polres Majalengka Awali 2026 dengan Gebrakan Rotasi Jabatan dan Kenaikan Pangkat

Isu Dana Cadangan Jadi Perhatian Publik

Aksi walk out Fraksi PDI Perjuangan ini menambah sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah, khususnya dana cadangan investasi yang nilainya cukup besar. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik kembali menjadi tuntutan utama masyarakat terhadap pemerintah dan DPRD Majalengka.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *