Bencana alam
Beranda » Berita » Hujan Lebat di Majalengka Picu 14 Titik Bencana dalam 5 Jam, Warga Diminta Siaga

Hujan Lebat di Majalengka Picu 14 Titik Bencana dalam 5 Jam, Warga Diminta Siaga

MAJALENGKA – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Majalengka sejak sore hingga malam memicu serangkaian bencana alam di sejumlah wilayah. Dalam rentang waktu sekitar lima jam, tercatat 14 kejadian darurat yang meliputi tanah longsor, banjir, serta dampak cuaca ekstrem.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka menunjukkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/2/2026). Intensitas hujan tinggi menyebabkan beberapa desa mengalami gangguan serius, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan longsor.

Sebaran Wilayah Terdampak

BPBD Majalengka mencatat kejadian bencana tersebar di enam kecamatan, yaitu:

Wilayah selatan Majalengka menjadi salah satu area dengan dampak paling signifikan akibat kondisi geografis yang rentan terhadap pergerakan tanah.

Majalengka Tegaskan Semangat Baru di Usia 186 Tahun Lewat Kirab Pataka dan Rapat Paripurna Bersejarah

Jenis Bencana yang Terjadi

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa hujan deras memicu berbagai kejadian, antara lain:

✔ Tanah longsor
✔ Banjir
✔ Dampak cuaca ekstrem

Meski sejumlah titik mengalami kerusakan dan gangguan aktivitas warga, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa.

Respons Cepat Tim Gabungan

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, serta BBWS Cimanuk langsung bergerak ke lokasi terdampak. Petugas fokus pada:

Akses jalan provinsi Maja–Talaga yang sempat tertutup longsor berhasil dibuka kembali setelah sekitar satu jam penanganan.

Banjir Rendam Puluhan Rumah

Di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam dua desa:

  • Desa Bonang

  • Desa Leuwiseeng

Genangan air tercatat merendam sekitar 65 rumah warga serta satu rumah ibadah. Sementara itu, banjir juga terjadi di Desa Kadipaten yang mengakibatkan dua rumah terdampak akibat luapan Sungai Cimanuk.

Air berangsur surut, namun petugas tetap melakukan pendataan kerugian dan dampak lanjutan.

BPBD Pantau Potensi Susulan

BPBD Majalengka bersama BBWS Cimanuk terus memantau kondisi hidrologi, termasuk tinggi muka air di bendungan strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali meningkat.

Warga Diminta Tetap Waspada

Agus Tamim mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir disarankan untuk:

✅ Memantau informasi cuaca resmi
✅ Menghindari area berisiko tinggi
✅ Segera melapor jika muncul tanda-tanda bencana

Kesimpulan

Hujan lebat di Majalengka kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Koordinasi cepat antarinstansi membantu meminimalkan dampak, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *