MAJALENGKA – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Majalengka sejak sore hingga malam memicu serangkaian bencana alam di sejumlah wilayah. Dalam rentang waktu sekitar lima jam, tercatat 14 kejadian darurat yang meliputi tanah longsor, banjir, serta dampak cuaca ekstrem.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka menunjukkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/2/2026). Intensitas hujan tinggi menyebabkan beberapa desa mengalami gangguan serius, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan longsor.
Sebaran Wilayah Terdampak
BPBD Majalengka mencatat kejadian bencana tersebar di enam kecamatan, yaitu:
-
Kecamatan Maja
-
Kecamatan Argapura
-
Kecamatan Talaga
-
Kecamatan Lemahsugih
-
Kecamatan Kadipaten
-
Kecamatan Panyingkiran
Wilayah selatan Majalengka menjadi salah satu area dengan dampak paling signifikan akibat kondisi geografis yang rentan terhadap pergerakan tanah.
Jenis Bencana yang Terjadi
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa hujan deras memicu berbagai kejadian, antara lain:
✔ Tanah longsor
✔ Banjir
✔ Dampak cuaca ekstrem
Meski sejumlah titik mengalami kerusakan dan gangguan aktivitas warga, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa.
Respons Cepat Tim Gabungan
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, serta BBWS Cimanuk langsung bergerak ke lokasi terdampak. Petugas fokus pada:
-
Evakuasi warga terdampak
-
Pembersihan material longsor
-
Pembukaan akses jalan
Akses jalan provinsi Maja–Talaga yang sempat tertutup longsor berhasil dibuka kembali setelah sekitar satu jam penanganan.
Banjir Rendam Puluhan Rumah
Di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam dua desa:
-
Desa Bonang
-
Desa Leuwiseeng
Genangan air tercatat merendam sekitar 65 rumah warga serta satu rumah ibadah. Sementara itu, banjir juga terjadi di Desa Kadipaten yang mengakibatkan dua rumah terdampak akibat luapan Sungai Cimanuk.
Air berangsur surut, namun petugas tetap melakukan pendataan kerugian dan dampak lanjutan.
BPBD Pantau Potensi Susulan
BPBD Majalengka bersama BBWS Cimanuk terus memantau kondisi hidrologi, termasuk tinggi muka air di bendungan strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali meningkat.
Warga Diminta Tetap Waspada
Agus Tamim mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir disarankan untuk:
✅ Memantau informasi cuaca resmi
✅ Menghindari area berisiko tinggi
✅ Segera melapor jika muncul tanda-tanda bencana
Kesimpulan
Hujan lebat di Majalengka kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Koordinasi cepat antarinstansi membantu meminimalkan dampak, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama.


Komentar