MAJALENGKA — Ambruknya bangunan SD Negeri 2 Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Insiden ini mendorong langkah tegas Bupati Majalengka untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan sekaligus menjamin kelangsungan proses belajar mengajar.
Bupati Majalengka Eman Suherman langsung meninjau lokasi kejadian dan menegaskan bahwa audit teknis bangunan diserahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Ia menilai bangunan sekolah yang baru berusia sekitar empat tahun seharusnya masih layak dan kokoh.
“Kalau dilihat dari usia bangunan, seharusnya belum ambruk. Ini perlu diaudit secara menyeluruh agar jelas penyebabnya,” ujar Eman Suherman.
Audit Bangunan Fokus Transparansi
Penyerahan audit kepada APH dilakukan untuk menjaga objektivitas dan profesionalitas pemeriksaan. Pemerintah daerah tidak ingin berspekulasi terkait penyebab ambruknya gedung sekolah sebelum hasil audit resmi keluar.
Menurut Bupati, aspek spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, hingga faktor lingkungan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan. Dengan langkah ini, Pemkab Majalengka berharap tidak ada keraguan publik terhadap hasil penyelidikan.
Perbaikan Sekolah Jadi Prioritas
Di sisi lain, Bupati menegaskan bahwa hak siswa untuk tetap belajar menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan bangunan sekolah yang rusak.
Langkah ini diambil agar aktivitas belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama dan siswa dapat kembali bersekolah dengan aman serta nyaman.
“Proses hukum tetap berjalan, tetapi pendidikan anak-anak tidak boleh terabaikan,” tegasnya.
Faktor Cuaca Turut Dikaji
Selain aspek konstruksi, faktor cuaca ekstrem juga akan masuk dalam kajian audit. Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Majalengka dalam beberapa waktu terakhir diduga memberi tekanan tambahan pada struktur bangunan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap hasil audit nantinya dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.


Komentar