MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka menampilkan semangat kebangsaannya dalam perayaan Hari Jadi ke-186, Rabu (11/2/2026). Rangkaian acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Majalengka itu menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menegaskan arah pembangunan menuju Majalengka Langkung SAE.
Kirab Pataka Hidupkan Nuansa Sejarah
Perayaan diawali dengan kirab Pataka, lambang kehormatan Kabupaten Majalengka. Iring-iringan bergerak dari Gedung DPRD, melintasi Jalan KH Abdul Halim hingga Jalan Ahmad Yani. Marching Band Gita Abadi Satria Pol PP dan barisan Paskibra mengiringi jalannya prosesi, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah.
Kirab ini bukan sekadar seremoni. Prosesi tersebut menghadirkan simbol perjalanan sejarah Majalengka, sekaligus menggugah rasa bangga masyarakat terhadap warisan daerah.
Momen Sakral di Pendopo Majalengka
Setibanya di Pendopo, Ketua DPRD Majalengka H. Didi Supriadi menyerahkan Pataka kepada Bupati Majalengka H. Eman Suherman. Prosesi berlangsung khidmat dan sarat makna, menegaskan kesinambungan kepemimpinan serta tanggung jawab menjaga marwah daerah.
Tokoh Nasional Hadir Perkuat Momentum
Rapat paripurna istimewa DPRD Majalengka semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional, di antaranya:
-
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin
-
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir
-
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu
-
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Kehadiran para pejabat nasional tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap Majalengka sebagai daerah strategis di Jawa Barat.
Visi Majalengka Langkung SAE
Dalam pidatonya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa usia 186 tahun bukan sekadar angka. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi, inovasi, dan semangat pembangunan.
“Hari jadi ini menjadi refleksi perjalanan panjang Majalengka. Kita harus terus bergerak maju dengan semangat kebersamaan,” tegasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan demi menciptakan iklim pembangunan yang sehat.
Makna Historis Hari Jadi Majalengka
Penetapan 11 Februari sebagai Hari Jadi Majalengka melalui Peraturan Daerah memperkuat legitimasi historis daerah. Keputusan ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang terkait tanggal lahir Majalengka.
Tema perayaan tahun ini,
“Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE,”
menjadi pesan kuat untuk menjaga nilai sejarah sambil mendorong kemajuan daerah.
Majalengka Melangkah ke Masa Depan
Perayaan Hari Jadi ke-186 bukan sekadar agenda tahunan. Momentum ini menjadi penanda tekad Majalengka untuk terus tumbuh sebagai daerah yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan.


Komentar