MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan sampah. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden RI yang menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan secara serius dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa masalah sampah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, sampah bukan hanya mengganggu keindahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan lingkungan jika tidak ditangani bersama.
Program Geber Jumat Jadi Andalan
Sejak awal kepemimpinannya, Bupati Eman Suherman menginisiasi program Geber Jumat (Gerakan Bersih-Bersih Jumat). Program ini telah dilaksanakan lebih dari 40 kali dan menjadi gerakan rutin yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Geber Jumat tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif agar masyarakat terbiasa menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing.
Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, gerakan ini melibatkan banyak pihak, di antaranya:
-
Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
-
TNI dan Polri
-
Pemerintah desa dan kelurahan
-
Pelajar dari tingkat SD hingga SMA
-
Masyarakat umum dan komunitas lokal
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Majalengka.
“Hari ini kita harus benar-benar perang dengan sampah. Kalau dibiarkan, dampaknya akan merugikan kita semua,” tegas Bupati Eman Suherman dalam salah satu kegiatan Geber Jumat.
Fokus Mingguan dengan Target Jelas
Agar pelaksanaan lebih efektif, Pemkab Majalengka menerapkan tema dan target mingguan dalam setiap kegiatan. Beberapa area yang menjadi fokus antara lain:
-
Sungai dan saluran air
-
Pasar tradisional
-
Taman kota dan fasilitas umum
-
Kawasan pemukiman padat penduduk
Pendekatan ini membuat kegiatan bersih-bersih tidak monoton serta menghasilkan perubahan yang lebih terukur.
Menuju Budaya Bersih Berkelanjutan
Seiring dengan arahan pemerintah pusat, Pemkab Majalengka optimistis dapat membangun budaya bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat. Bupati Eman Suherman menilai, perubahan pola pikir masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah jangka panjang.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Majalengka ditargetkan menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan di tingkat regional.


Komentar