Majalengka
Beranda » Berita » Gedung SDN Andir 2 Majalengka Ambruk, DPRD Tegaskan Pentingnya Kualitas Konstruksi Sekolah

Gedung SDN Andir 2 Majalengka Ambruk, DPRD Tegaskan Pentingnya Kualitas Konstruksi Sekolah

MAJALENGKA — Peristiwa ambruknya bangunan SD Negeri Andir 2 di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius DPRD Majalengka. Bangunan sekolah yang baru berusia sekitar lima tahun itu runtuh secara tiba-tiba, sehingga memunculkan kekhawatiran besar terkait mutu konstruksi fasilitas pendidikan.

Insiden tersebut terjadi pada awal Januari 2026 dan langsung mendorong Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi lapangan. Dewan ingin memastikan penyebab utama keruntuhan sekaligus menilai apakah proses pembangunan telah sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

DPRD Temukan Kejanggalan pada Struktur Bangunan

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin, menyampaikan bahwa hasil peninjauan sementara menunjukkan sejumlah kejanggalan, terutama pada struktur rangka atap bangunan sekolah. Material yang digunakan berupa baja ringan dengan spesifikasi ketebalan 0,75 milimeter, namun kondisi fisik di lapangan dinilai terlalu lentur.

Menurutnya, kondisi tersebut patut dipertanyakan karena bangunan sekolah seharusnya dirancang untuk jangka panjang dan mampu menopang beban sesuai standar keselamatan. DPRD menilai evaluasi teknis mendalam perlu dilakukan agar penyebab keruntuhan dapat terungkap secara objektif.

Sorotan Terhadap Konsultan dan Pelaksana Proyek

DPRD Majalengka juga menyoroti fakta bahwa konsultan perencana proyek SDN Andir 2 menangani puluhan pembangunan sekolah lainnya di wilayah Majalengka. Namun, dari sekian banyak bangunan yang dibangun dalam periode serupa, hanya SDN Andir 2 yang mengalami keruntuhan serius.

Majalengka Melaju Pesat: Bupati Eman Paparkan Prestasi Pembangunan dan Soliditas Koalisi KIM

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya persoalan khusus dalam proses perencanaan, pengawasan, atau pelaksanaan proyek. DPRD menegaskan bahwa setiap pihak yang terlibat harus bertanggung jawab dan transparan.

DPRD Akan Panggil Dinas Terkait

Sebagai tindak lanjut, DPRD Majalengka memastikan akan memanggil Dinas Pendidikan, Inspektorat Daerah, serta pihak kontraktor pelaksana untuk dimintai keterangan resmi. Langkah ini bertujuan mengungkap apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran teknis dalam pembangunan gedung sekolah tersebut.

DPRD juga meminta agar puing-puing bangunan tidak langsung dibongkar, melainkan diaudit terlebih dahulu oleh tim teknis independen. Audit ini dianggap penting untuk memastikan kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan data dan fakta lapangan.

Aktivitas Belajar Mengajar Terdampak

Ambruknya gedung SDN Andir 2 berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar siswa. Beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan, sehingga sekolah harus mencari solusi sementara demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

DPRD Majalengka mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah cepat dan tepat, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah lain di Majalengka agar kejadian serupa tidak terulang.

Satlantas Polres Majalengka Edukasi Anak Usia Dini Kenali Rambu Lalu Lintas dengan Cara Menyenangkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *